Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

SOSIALISASI PENDAMPINGAN PROGRAM SBL DIFASILITASI DISDIKBUD KOTA BANJAR


BANJAR - HR, Sosialisasi PAScom (Peduli Akan Sampah Community) terkait pendampingan progam Sekolah Berbasis Lingkungan (SBL) digelar pada Kamis 21/04 bertempat di SMAN 1 Banjar. Kegiatan sosialisasi tersebut difasilitasi oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar - Jawa Barat. 

Kegiatan PAScom tersebut dilaksanakan saat acara rapat koordinasi hardiknas yang di hadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dahlan), Kabid Dikbud (Dodi), Kasi Dikbud (Aco), Kabid dikdas (Ahmad Yani), Kasi Protokoler Humas (Irma) serta para Kepala Sekolah baik tingkat dasar maupun menengah.

Menurut Kadisdik Dahlan, saat ini Dinas Pendidikan dituntut untuk mempunyai kegiatan inovatif untuk mencapai index pendidikan yang baik. Tentunya banyak cara atau jenis kegiatan inovatif yang bisa dilakukan, misalnya yang berkaitan dengan merubah prilaku siswa terhadap kepedulian lingkungan sekolah, kita bisa adakan program dengan nama 5 menit pungut sampah.

Ditempat yang sama, salah seorang inisiator PAScom, Yadi. S mengatakan kepada HR bahwa komunitasnya juga diminta oleh pihak Dinas Ciptakarya, Kebersihan, Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup (LH) Dwi Tanti E untuk mendampingi 18 Sekolah terkait program SBL yang saat ini sedang disosialisasikannya. Ke 18 sekolah tersebut mencakup SD, SMP, SMA yang telah dikategorikan SBL.

Lebih lanjut Yadi mengatakan "ke 18 sekolah ini akan dijadikan pilot projek" nantinya jika berhasil, diharapkan sekolah-sekolah tersebut dapat menularkan ke sekolah lainnya khususnya yang berada di Kota Banjar ini.

***Yana Mulyana

PENANDATANGANAN KESEPAKATAN PEMBEBASAN LAHAN DISAMBUT ANTUSIAS WARGA


BANJAR - HR, Puluhan warga masyarakat Desa Cibeureum Kecamatan Banjar Kota Banjar mendatangi Kantor Dinas Ciptakarya Tata Ruang Kebersihan Dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar pada Kamis (24/03). Mereka adalah para pemilik lahan yang berada di sekitaran lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kedatangan mereka tiada lain guna penandatanganan kesepakatan pembebasan tanah untuk perluasan lahan TPA. Itulah yang dikatakan Kepala Bidang Kebersihan, Dede Permana kepada HR saat ditemui diruang kerjanya.

Lebih lanjut Dede mengatakan kalau kegiatan tersebut dimulai dari Selasa kemarin. Dengan terselesaikannya kesepakatan ini maka perluasan lahan TPA akan cepat terealisasi sehingga diharapkan tidak terjadi overload.

Salah seorang pemilik lahan asal Desa Cibeureum, Ibu Uju ketika itu sedang membacakan isi dari berita acara kesepakatan sebelum menandatanganinya, pembacaan tersebut disaksikan oleh Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (kasi sarpras) bidang kebersihan, Dyah Shita Asri dan Kepala Desa Cibeureum Yayan Sukirlan. Dalam naskah tersebut tertuang bentuk kesepakatan pembebasan tanah sesuai dengan keinginan kedua belah pihak.
Harga yang di tentukan sudah sesuai dengan ajuan pemilik lahan, tentunya kami merasa gembira. Ungkap Uju

Kuswana pemilik lahan lainnya yang berdomisili di RT 06/02 Dusun Babakan Desa Cibeureum. ia menjual tanah sekitar 50 bata karena masuk pada pembebasan lahan. Ia berterima kasih karena mendapatkan keutungan dari penjualan tanahnya tersebut. Ujar Kuswana

Menurut Dyah Shita Asri, pembebasan lahan untuk perluasan TPA adalah hal yang sangat urgent, sebab volume sampah yang masuk TPA sudah overload, sehingga memang sangat diperlukan adanya perluasan lahan. Bayangkan saja saat ini sampah yang masuk TPA sekitar 30 ton/hari, dengan pembebasan lahan saat ini berdasarkan eksisting maka dari 4.3 Hektar menjadi 9 Hektar. Jadi kapasitas TPA Cibeureum tentunya akan lebih maksimal. Dengan adanya perluasan maka TPA diperhitungkan dapat menampung sampah Kota Banjar selama 20 tahun kedepan, tentunya dengan pengelolaan dan maintenance yang baik. Tandasnya


***Yana Mulyana

TPST 3R KSM CIBODAS BISA DIJADIKAN WISATA EDUKASI





BANJAR - HR, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R KSM Cibodas ini berlokasi di wilayah Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman - Kota Banjar. TPST Cibodas dalam hal pengelolaan sampah menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dimana dengan 19 orang pemilah dapat mengurangi lebih dari 50% jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA. Adapun alat-alat sarana (tools) penunjang kinerja yang dimiliki diantaranya adalah mesin pencacah, komposter, pirolisis dan perlengkapan lainnya. Seperti yang dikatakan pengelola TPST Cibodas, Nono Sutanda (61) kepada HR saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu 23/3.

Menurut Nono, tidak dipungkiri jika sampah masih menjadi problematika didalam kehidupan kita sehari-hari. Dampak buruk dari sampah harus dapat ditekan, maka dari itu diperlukan adanya langkah-langkah kreatif dan inovatif serta konsistensi dalam hal pengelolaan sampah. Selain langkah tersebut "edukasi pengelolaan sampah sejak dini" merupakan hal yang harus diterapkan kepada generasi muda.

Alhamdulillah, lanjutnya, berkenaan dengan edukasi pengelolaan sampah sejak dini, sudah ada beberapa kalangan pelajar baik ditingkatan SD maupun SMP yang datang ke TPST Cibodas ini untuk belajar tentang pengelolaan sampah serta pengenalan sistem 3R yang berhubungan dengan mata pelajaran PLH yang ada di sekolahnya masing-masing. Tentunya kami sangat senang dan bangga, karena ternyata banyak generasi-generasi muda atau bahkan kader cilik yang peduli akan lingkungan hidup termasuk dalam pengelolaan sampah.

Selain pengelolaan sampah, mereka pun dapat belajar tentang tumbuh-tumbuhan. Baik cara bercocok tanam, pemupukan ataupun pengenalan jenis tumbuhan/tanaman. seperti dapat dilihat bahwa di TPST kita juga membudidayakan berbagai macam jenis tanaman. Ujarnya

Menurut fasilitator TPST Cibodas, Y.Supriyadi (35) mengatakan kalau sebenarnya TPST ini bisa dijadikan sebagai "Wisata Edukasi". Harapannya dengan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah, maka akan lebih mudah dipahami oleh para pengunjung sehingga nantinya dapat dipraktikan ditempatnya masing-masing.

Ditempat terpisah salah seorang aktivis lingkungan hidup, YN_PAScom (35) saat HR meminta keterangan, ia sangat mengapresiasi jika TPST Cibodas tersebut bisa dijadikan wisata edukasi. Karena menurutnya banyak hal yang dapat digali disana, mulai dari pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, pengenalan jenis tanaman hingga pembelajaran tentang sistem 3R yang juga pernah dicanangkan oleh pemerintah. Terlebih penerapan edukasi tentang pengelolaan sampah sejak usia dini sangatlah penting, karena merubah perilaku dan paradigma tidak semudah membalikan telapak tangan.

***Yana Mulyana

PAGUYUBAN BALE RAHAYAT GELAR SEMINAR DI UPTD PENDIDIKAN KEC. PAMARICAN





PAMARICAN - HR, Merubah paradigma lama tentang sampah dari "kumpul-angkut-buang" menjadi 3R (reduce, reuse dan recycle) merupakan inti dari Seminar 3R dan Bank Sampah yang digelar oleh Paguyuban Bale Rahayat di UPTD Pendidikan Kec. Pamarican Kabupaten Ciamis pada Selasa (08/3). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 31 orang peserta yang notabennya adalah tenaga pengajar dari masing-masing sekolah dasar yang berada dibawah UPTD Pendidikan tersebut. Namun ada sekitar 5 sekolah dasar yang tidak mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan, dikarenakan ada kesibukan. Seperti yang dikatakan Ketua Paguyuban Bale Rahayat Ciamis, Rehan kepada HR disela kegiatan tersebut.

Menurut Rehan, selain untuk merubah paradigma lama menjadi 3R, diharapkan pula nantinya para pengajar yang mengikuti seminar ini tidak salah menyampaikan edukasi dalam pelaksanaan Bank Sampah di tiap-tiap sekolahnya, dimana "fokusnya bukan kepada proses sampah menjadi uang, akan tetapi para anak didik dapat membuang sampah sesuai pada tempatnya (Organik, Non Organik, B3)".
Di 2016 ini sasaran kita masih di ranah sekolahan, namun 2017 nanti kami akan langsung terjun ke masyarakat khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis.

Ditempat yang sama salah seorang narasumber seminar, Yadi PAScom yang ketika itu didampingi Sandi, mengatakan bahwa sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang hal pengelolaan sampah merupakan kewajiban bersama dalam masyarakat. "Kenapa sampah menjadi tanggung jawab bersama?" Karena masayarakat sendirilah yang memproduksi sampah.

Lebih lanjut Yadi menegaskan jika pengelolaan sampah itu tidaklah rumit dan tidaklah mahal. Hanya bermodalkan kesadaran serta kemauan diri. Sampah akan menjadi masalah seandainya kita abaikan. Perlu diketahui kalau hanya sebatas membuang sampah, itu hanya memindahkan masalah saja. Tegasnya

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pamarican, Dedi Supriadi, S.Pd. M.Si saat dimintai keterangan, beliau mengatakan kepada HR (15/3) "kegiatan tersebut sesuai dengan program dari lingkungan Hidup dan mengarah kepada PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Kami bersyukur karena seminar tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah.
Harapan kami selepas dari kegiatan tersebut para peserta seminar dapat merealisasikan metode yang telah mereka dapat selama mengikuti seminar. Dengan melakukan pengelolaan sampah dilingkungan sekolah masing-masing, maka kami berkeyakinan akan dapat menekan/mengurangi tingkat produksi sampah yang dihasilkan.

***Yana Mulyana

PAScom GELAR SOSIALISASI DI SDN 8 BANJAR





BANJAR - HR, "Peduli Akan Sampah Community", merupakan sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosialisasi dan kampanye tentang pengelolaan sampah. Komunitas ini dikenal dengan nama PAScom, dimana pada Senin (7/3) komunitas tersebut melakukan sosialisasi di SDN 8 Banjar yang berlokasi di Jl. Kh.Mustofa No.156 Banjarkolot Kota Banjar - Jawa Barat.

Siswa/i yang tergabung dalam kader 3R di sekolah tersebut menjadi sasaran dalam sosialisasi yang digelar oleh PAScom. Adapun edukasi yang disampaikan menggunakan pola bermain, sekitar 23 orang siswa/i dibagi menjadi 3 kelompok dengan nama reuse, reduce dan recycle. Masing-masing kelompok melontarkan pertanyaan seputar pengelolaan sampah kepada kelompok lain, dimana kelompok yang salah menjawab mendapatkan hukuman untuk memungut sampah dilingkungan sekolah sambil menyebutkan kategori sampah yang mereka pungut, apakah organik atau non organik.

Kepala Sekolah, Hj. Yayat Maryati, S.Pd sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliaupun mengungkapkan bahwa anak-anak didiknya yang tergabung dalam kader 3R pernah menjadi Juara Ke 2 pada perlombaan Peduli Sanitasi tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada lomba tersebut, anak didik kami ditugasi membuat karya tulis tentang drainase dalam rentang waktu satu jam. Ungkapnya

Kami, lanjutnya, selalu berupaya dengan berbagaicara untuk menekan produksi sampah di sekolah ini. Salah satunya dengan mewajibkan siswa/i membawa alat makan & minum sendiri, dengan harapan jika mereka jajan tidak harus menggunakan bungkus dari pedagang melainkan menggunakan alat yang telah mereka bawa. Selain itu kita juga menyediakan dispenser yang rencananya untuk semua ruang kelas agar para peserta didik tidak harus membeli air minum kemasan. Tentunya dengan maksud untuk menekan produksi sampah.

Ditempat yang sama, Hendro pengelola 3R di SDN 8 Banjar mengatakan kalau produk sampah di kita saat ini mengalami penurunan yang signifikan, yaitu dari 50kg/hari menjadi 15Kg/hari. Katanya.

Disela kegiatan, salah seorang inisiator PAScom, Yadi. S (35) menjelaskan kepada HR bahwa tujuan dari sosialisasi ini ialah untuk membentuk kader-kader lingkungan hidup sejak dini. Dengan harapan dikemudian hari lahir generasi-generasi baru yang ramah lingkungan. 
PAScom sendiri dibentuk dengan dasar pemikiran bahwa sampah sudah menjadi problematika diseluruh daerah, maka dibutuhkan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat. Dengan komitmen bersama beberapa inisiator, tercetuslah pembentukan sebuah komunitas dengan nama Peduli Akan Sampah Community (PAScom)

***Yana Mulyana

KARANG TARUNA DESA BINANGUN GELAR PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK




BANJAR - HR, Pemuda adalah penerus generasi bangsa, seyogyanya pemuda terdepan dalam membangun negeri. Sama halnya dengan Karang taruna sebagai wadah pemuda yang ada diseluruh pelosok negeri ini, dimana mereka bisa menjadi pelopor dalam pembangunan. Seperti halnya yang dilakukan oleh karang taruna Desa Binangun Kec. Pataruman Kota Banjar  Jawa Barat, melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik dengan bahan dasar sampah dan pembibitan pohon bercita-cita membangun desa dari sektor pertanian dan perkebunan. Jumat 04 Maret 2016 yang bertempat di tempat pengolahan pupuk organik yang beralamat di RT 06/RW 09 Dusun Pangasinan sejumlah pemuda karang taruna dengan antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Turut hadir pula Kepala desa, ketua Gapoktan.

Dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Desa  Binangun, Udung mengatakan "sampah bukanlah hal yang menjijikan, namun sampah itu ibarat emas hitam jika kita tahu cara mengelolanya"
Semoga pelatihan saat ini dapat menjadi motivasi khususnya untuk para pemuda yang ada di Desa Binangun umumnya di seluruh kota Banjar.

Menurut narasumber pelatihan, Yadi Supriyadi (35) "Sampah akan jadi masalah ketika kita acuhkan, namun apabila kita kelola sampah tidak akan menjadi masalah, malah akan menjadi manfaat"
Ia pun mengungkapkan rasa bangganya akan semangat anak-anak muda khususnya karang taruna yang hadir saat ini. Dimana sangat sedikit sekali generasi muda yang peduli akan pertanian sekaligus kepedulian lingkungan khususnya akan pengelolaan sampah.

Aji salah seorang narasumber pelatihan juga, memaparkan kandungan yang dibutuhkan oleh tanaman, dimana NPK (Nitrogen Pospor Kalium) Ca (kalsium) adalah urutan kandungan yang dibutuhkan oleh daun, batang, akar, buah. Ia menjelaskan kalau pembuatan pupuk organik di daerah kita sebetulnya tidak sulit, karena betapa mudah untuk mendapatkan bahan bakunya di lingkungan sekitar kita. Tinggal ada kemauan dan keuletan dari kita sendiri. Dibanding pupuk kimia yang mengandung resiko, maka lebih baik pupuk organik.

Ketua karang taruna, Wahyudin (32) berharap dengan pelatihan ini para anggota karang taruna dapat lebih termotivasi dan terarah dalam hal pemberdayaan diri. Agendanya pelatihan ini akan diadakan rutin minimal dua kali dalam sebulan.

***Yana Mulyana

ADIPURA BUAH DARI PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP





BANJAR - HR, Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK).

Dengan berbagai kriteria penilaian yang sudah ditentukan dan berdasarkan aturan dadakan dari Menteri LHK, dimana daerah yang berhak menerima piala adipura 2015 harus sudah memiliki TPA (tempat pembuangan akhir) dengan tata pengelolaan minimal sudah menggunakan sistem controlled landfill (lahan urugan terkontrol). Dengan demikian maka Kota Banjar masuk kategori dan berhasil meraih Adipura (23/11), seperti yang disampaikan pihak Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Lingkungan hidup (DCKTLH) melalui Kepala Seksi (kasi) Sarana dan Prasarana bidang kebersihan Dyah Shita Asri.

Menurut Dyah, "Adipura merupakan capaian atas peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kota Banjar. Namun demikian tidak akan berhenti sampai disini, harus terus maju untuk melakukan inovasi demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat dalam naungan Liveable City" ungkapnya kepada HR (25/11)

Pun tanggapan dari TS (49) salah seorang pemerhati lingkungan asal Banjar mengatakan bahwa "yang menjadi kunci keberhasilan selain konsistensi pemerintah akan hal kebersihan, adalah kerjasama warga dalam penanaman dan pengolahan sampah secara terpadu".

Sebagai warga Banjar, lanjut TS, tentunya merasa senang dan berharap dengan teraihnya adipura ini bisa lebih memacu pada peningkatan semangat maupun kesadaran kita semua akan hal pengelolaan sampah serta penjagaan lingkungan. Ujarnya

***Yana Mulyana

300 PENGELOLA SAMPAH MENDAPATKAN BINGKISAN





BANJAR - HR, Sebanyak 300 orang pengelola sampah asal Kota Banjar mendapatkan bingkisan dari Dinas Cipta Karya Kebersihan Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) pada Selasa 01/12/15. Pembagian ini dilakukan oleh pihak dinas di area perkantorannya, adapun isi dari bingkisan tersebut adalah susu kental manis dan biskuit.

Ini merupakan awal dari suatu kegiatan yang akan dijadikan program rutin pada tahun depan yaitu mulai dari Januari 2016, seperti yang dikatakan Dyah shita Asri (kasi sarpras bidang kebersihan) kepada HR di sela kegiatan tersebut.

"Program ini dibuat karena kami tidak ingin para pengelola sakit akibat sampah". Disamping sudah adanya Alat Pengaman Diri (APD) yang kami berikan berupa sepatu bots, baju, sarung tangan, dan masker, ditunjang pula dengan BPJS ketenagakerjaan serta Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) sebagai deteksi dini kesehatan, kami rasa program ini perlu di adakan dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh terhadap resiko kerja yang timbul dari sampah yang mereka kelola. Katanya.

Untuk waktu pelaksanaan, lanjutnya, setiap awal bulan saat teman-teman pengelola mengambil honornya. Pun kami himbaukan kalau susu dan biskuit ini untuk di konsumsi oleh mereka, agar sesuai dengan tujuan dari program ini.

"kita sih tidak berpikir negatif, tapi setidak-tidaknya untuk berjaga-jaga, karena setiap hari mereka bersinggungan langsung dengan sampah. Dan pada kenyataannya, sebagian dari para pengelola saat bekerja terkadang tidak memakai APD secara lengkap, seperti tidak menggunakan masker dengan alasan pengap. Padahal setiap bulan perlengkapan APD kami ganti baru. Maka dari itu untuk mengimbangi hal tersebut kami adakan program ini dengan harapan meningkatnya daya tahan tubuh." Pungkasnya.

***Yana Mulyana

DCKTLH TANGGAPI KADER LINGKUNGAN CILIK






BANJAR - HR, Aktivitas kader lingkungan cilik yang sedang memeriksa tempat sampah terpilah di SD 8 Banjar ini menyiratkan suatu proses pembelajaran terhadap penerapan pola hidup bersih dari usia dini.

Kasi Sarpras Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup, Dyah Shita Asri menjelaskan kepada HR, Senin (16/11) bahwa "Pendidikan disadari memang memerlukan waktu yang lama, namun dampak yang dihasilkan relative lebih abadi pula" jelasnya

Tidak heran, lanjutnya, untuk mengubah perilaku dari kebiasaan sehari-hari bukanlah hal yang instan, namun memerlukan waktu dan berbagai cara untuk dapat menarik minat serta dilakukan dengan cara kontinyu. 
Langkah terbaik untuk menanamkan sesuatu yang baik dan benar perlu dilakukan dari usia dini, seperti halnya dengan kebiasaan hidup bersih. Menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak usia dini adalah langkah bijak untuk memberi bekal kepada generasi muda tentang rasa cinta pada lingkungan serta hal penjagaan/pengelolaan lingkungan dengan baik. Ungkapnya

Mendidik merupakan kewajiban setiap orangtua, baik ditunjang dengan pendidikan formal maupun pendidikan informal lainnya. Adapun kegiatan di sekolah yang patut diacungi jempol dalam upaya mendukung pengelolaan kebersihan berbasis masyarakat adalah adanya kader lingkungan cilik seperti di SD 8 Banjar ini.
Para kader sengaja dibentuk untuk menjadi agen-agen pecinta lingkungan yang dapat memberi contoh kepada teman-temannya dalam hal pengelolaan lingkungan dengan baik. 
Tak segan mereka memilah dan memilih sampah diantara tempat-tempat sampah yang telah disediakan. Lubang-lubang biopori dilapangan sekolah tak luput menjadi perhatian dengan memasukkan sampah-sampah organic ke dalamnya. Hasilnya memang menakjubkan, lingkungan sekolah menjadi bersih, tertata rapi, hijau dan segar hingga memberikan suasana yang mendukung pada proses belajar mengajar. Paparnya

"Kegiatan kader lingkungan cilik sekolah memang belum menyeluruh di Kota Banjar."
Padahal bukti nyata kader lingkungan cilik ini adalah terciptanya lingkungan sekolah yang lebih baik. Mereka pun memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kelestarian lingkungan hidup yang lebih luas di masa yang akan datang. Tegasnya.

"Maju terus anak-anakku, di tangan kalianlah kami serahkan harapan untuk kemajuan Kota Banjar !!!" Pungkasnya

***Yana Mulyana

BAKSOS RUTIN DCKTLH DI TPA CIBEUREUM







BANJAR - HR, Baktisosial yang diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya Kebersihan Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) dilaksanakan di TPA Cibeureum Desa Cibeureum Kecamatan Banjar pada Rabu 16/09/2015. Giat baksos ini terangkai dari mulai pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hingga pembagian sembako.

Dengan dihadiri Kades Cibeureum dan puluhan warga yang sangat antusias, tepat pukul 09.00 WIB acara baksos pun dimulai. Satu persatu warga masyarakat sekitar TPA memeriksakan kesehatannya ke ruangan yang telah disediakan dengan ditangani oleh tenaga medis dari Puskesmas Balokang Banjar.

Disela kegiatan, Diah Shita Asri (Kasi Sarana Prasarana Bidang Kebersihan) mengatakan bahwasannya kegiatan baksos ini sudah berjalan 3 thn dan diselenggarakan rutin setahun dua kali, yang mana hari ini merupakan kali keduanya pada tahun 2015 ini. Sasaran ditujukan kepada 100 KK warga yang berada disekitar lingkungan TPA ini. Paparnya
"Kami ingin tahu penyakit apa sih yang dominan disini?"

Dari hasil pemeriksaan yang sudah-sudah bahwa warga disini dominan berpenyakit darah tinggi dan sakit mata. Ungkap Diah
"Kami tidak ingin adanya warga masyarakat sini yang sakit akibat sampah" lanjutnya
Untuk masalah pengolahan sampah, harapan kami tiada lain bahwa masyarakat lebih mengerti dan memahami juga ikut dalam hal mengolah sampah. Karena tiap hari orang akan menyampah, jika tidak ditangani maka otomatis beban TPA akan semakin bertambah. Pungkas Diah

Salah seorang warga bernama Imi (71th) yang berpenyakit darah tinggi mengatakan "Saya senang sekali dengan adanya baksos ini, dan berharap lebih sering saja lah" ungkapnya

"Alhamdulillah, Atas nama Desa Cibeureum Saya ucapkan terimakasih atas kepedulian DCKTLH kepada warga kami. kegiatan ini diharapkan bisa menjawab pandangan negatif akan lingkungan sekitar TPA, karena dengan kegiatan ini akan terukur tingkat kesehatan masyarakat disini. Dan harapan kami kedepannya tidak samapai disini saja, akan tetapi terus berkelanjutan dan terus ditingkatkan lagi" tegas Yayan Sukirlan (kades Cibeureum)

***Yana Mulyana